BIAR PENDEK MENYIMPAN EFEK

Oleh: Heru Emka 

Kembali saya tampilkan dua penyair muda, kali ini sama-sama berasal dari Jawa Timur. Yang satu adalah Noeralandra Surya. Penyair muda yang akrab dengan panggilan Roland ini sehari-harinya bekerja pada Dinas Kesehatan Kab.Tuban-Jawa Timur, tak heran bila dia sebelumnya sering menulis artikel opini sosial kesehatan di beberapa media massa di Jawa Timur. Sejak menjadi anggota Kelompok Studi Sastra Bianglala, dia amat rajin menulis puisi dan fiksi pendek .

Satunya lagi adalah Lenny Someday, Dara manis yang pintar ini dilahirkan pada  27 Juli   ( entah tahun keberapa, tak dia sertakan pada biodata yang dikirimkan kepada saya ….haaaa 3X ) dengan nama Leni Yulis Susanti. Dia senang menulis puisi, membaca novel , nonton teater  dan sejak sekolah dasar punya hobi yang menyenangkan, yakni travelling. Bila Roland sudah punya pengalaman menulis di media massa, Lenny bahkan belum  punya sama sekali. Berbagai puisi dan tulisan lainnya seperti cerpen dan sebagainya masih tersimpan dalam manuskrip dan sebagian lainnya berada pada blog pribadinya. Antologi Puisi Mbeling “Suara-Suara dari Pinggiran ini adalah publikasi karya pertamanya dalam bentuk buku. Entah kenapa, mereka berdua senang menulis puisi dalam bentuk yang pendek-pendek. Namun ibarat kata kecil-kecil cabe rawit, biar pun mungil, puisi mereka cukup menggigit.

Dalam berpuisi, Roland terkesan seperti pelukis yang bergegas melambaikan kuas di kanvas, jebret, jebret,,,jadi. Puisinya memang pelit dengan metafora, namun cenderung menjungkir balikkan makna seenak udelnya. Dalam sajak Bercinta, dia ceritakan tentang hujan yang menyetubuhi bumi. Suasana jungkir balik  mulai terasa karena dikatakan ‘Hangat merayap’, padahal hujan hampir selalu menyaran pada hawa yang dingin.

.Selanjutnya puisi Roland berkelabat dari satu itoni ke ironi lainnya;tentang pornoaksi, tentang surga dunia yang dijaga tentara, sikap perfeksionis perempuan dalam memilih pasangan hidup, tentang orang yzang mau bunuh diri namun tetap haus publikasi. Parade puisi mbeling Roland yang berlumur ironi ini diakhiri dengan sajak Pensiun, kisah tentang burung yang sejak terserang stroke tak bisa beraksi lagi. Inji bukan burung sembarang burung, karena ‘burung’ yang satu ini loyo akibat impotensi. Sungguh sajak-sajak yang ringkas namun bernas.

Lantas bagaimana dengan puiasi mbeling Lenny Someday ? Karena terus menerus menghadapi berbagai fakta social –politik yang tak menggembirakan di sekitar kita, Lenny tak tahan juga akhirnya. Di balik gayanjye berpuisi yahng dibalik kalimat berstruktur rapi, Lenny menjentikkan satir yang cukup getir. Dalam Birokrat dan tomat, dia sindir perjabat kutu-loncat : Hobimu memang loncat-loncat / Dan mencibir kuat-kuat

Dengan lidahmu yang penuh sengat . Lenny bagaikan seorang gadis oleh rasa penasaran, tak bisa dia, bergerak ke sana-sini berbekal kamera Polaroid. Dan lahirlah puisi snapshot. Bidikan sekali jadi, tentang apa saja yang dijumpai : korupsi kecil-kecilan di jalan ( dalam sajak Parkir Liar dan Tilang ), juga sajak yang bernuansa perlawanan gender pada apa yang seringkali disebut sebagai chauvinisme lelaki. Sajak Manusia Berkepala Jumbo jelas melabrak orang yang kegedean ego, sedangkan sajak Tuan Rumah Kosong adalah komentar yang lugas terhadap orang yang sok gaya namun tak punya sesuatu yang patut dibanggakan. Namun yang paling membuat saya senang adalah puisi Lenny yang berjudul Negarane Rahwana, kritik sosial tajam yang disampaikan dalam bahasa daerah membuat saya seperti menikmati sebuah lakon ludruk yang segar…

Dua penyair muda ini, Noeralandra Surya dan Lenny Someday, semoga tak saja tampil dalam antologi puisi mbeling Suara Suara dari Pinggiran, namun bisa terus memperdalam penggalian kreatifnya, sehingga akan tampil dengan elegan dalam blantika sastra Indonesia, suatu hari nanti…

 

 

Puisi Mbeling Noeralandra Surya :

 

PORNOAKSI

 

Yang sembunyi-sembunyi dilarang

Apalagi terang-terangan

Ternyata yang terang-terangan aman

Apalagi yang sembunyi-sembunyi

 

 

BERCINTA

 

Hujan menyetubuhi bumi

Hangat merayap

Biasanya dua puluh menit

 

 

SURGA DUNIA

 

Orang bilang ada surga didunia

Terletak dekat kaki perempuan

Serupa istana kerajaan

Yang dijaga tentara bayaran

 

 

BANGKOK

 

Perempuan Bangkok memang ngalem

Suaranya angin sepoi-sepoi

Masuk telinga kanan, membelai

Keluar telinga kiri, 700 bath!

 

Tuban, 04112011

 

 

BIBIT, BEBET, BOBOT

 

Temukan yang baik-baik saja

Hingga di akhir jaman

Kaulah satu-satunya

perawan ting-ting itu

 

 

MISTERI CINTA

 

Tiba-tiba cinta hinggap

Tak lagi kuingat

Kau perempuan keberapa

 

Tuban, 26102011

 

 

CINTA BUTA

 

Kaulah rembulanku

Yang setia menemani

Di siang terikku

 

 

PATAH HATI

 

Akulah sebatang ranting

Tak mengenal patah

Kecuali kau genggam yang lain

 

 

AIR MATA BUAYA

 

Jangan kau tinggal aku, dik

Sedih banget ..

 

Kenapa

ada yang lucu?

 

 

POLIGAMI

 

Lelaki dibanding perempuan

satu dibanding tiga

Apa aku salah baca statistik?

 

 

MATA LELAKI

 

Kupandang kau

Pada batang tubuhmu

Bukan matamu

 

 

PELIT

 

Kau yang bayar ya, dik

Uangku ku tabung

Buat beli rumah kita nanti

 

 

SINGA BETINA

 

Kau sri ratu yang kuasa

Berjalan lemah di kerajaan tanpa cinta

Sudikah kau santap aku?

 

 

WAJAHMU TERANG REMBULAN

 

Tentulah kau bukan makanan

Tapi wajah seindah itu

Siapa tak ingin merasakan manisnya?

 

 

BIBIRMU MERAH DELIMA

 

Bibirmu yang mengatakan cinta

Ia pula yang membunuhnya

Darah berhenti di sepanjang rekahnya

 

Tuban, 24082011

 

 

GAME OVER

 

Apa lagi mau dikata

Setiap hari bawaannya marah mulu

Perkawinan selesai!

 

 

BUNUH DIRI

 

Pilih tempat sepi tapi tajam

Jangan tinggalkan pesan apapun

Sebelumnya hubungi wartawan TV

 

 

PENSIUN

 

Tiga puluh dua tahun burung berkicau

Hingga stroke menyerang

Perkutut tak lagi manggung

 

Tuban, 23072011

 

 

Puisi Mbeling Lenny Someday :

 

 

BIROKRAT dan TOMAT

 

Senin yang pekat

Masih berkutat dengan birokrat

Yang tak juga beranjak dari kumat

 

Akh….kau memang suka makan tomat

Tobat tapi maksiat

Ulat-ulat di otakmu tak juga minggat

 

Hobimu memang loncat-loncat

Dan mencibir kuat-kuat

Dengan lidahmu yang penuh sengat

 

Tapi pagi yang lambat

Mengajarku agar tetap giat

Supaya waktuku tak segera tamat

 

Jiwa dan hatiku tetap lekat

Berkat Dia yang Maha Hebat

Kulawan kau penuh semangat

 

LYS 28062011

 

KORUPTOR

 

 

Kenapa kau rampas uang kotor

Mungkin karena otakmu bocor

Satu negara kau sebar teror

 

LYS 17082011

 

 

DISKRIMINASI

 

Berkulit legam

Berbungkus putih

Diukur lewat warna

 

LYS 20082011

 

 

PARKIR LIAR

 

Tertulis lima ratus

Minta seribu

Hasil mengompas

 

LYS 26082011

 

 

NEGARANE RAHWANA

 

Negara buta

Yen ra akeh ra lega

Kabeh dicaplok

 

 

Ra trima siji

Ning sak negara

Kowe tega ngemplok

 

 

Iwak lan daging

Didep neng ndhuwur meja

Weteng karung

 

LYS 27072011

 

 

MANUSIA BERKEPALA JUMBO

 

Ujungnya jumbo

Bak lele dumbo

Tapi pikiran loyo

 

Otaknya mekar

Rasa menyebar

Kayak roti dibakar

 

LYS 070912011

 

 

TILANG

 

Pesta lebaran usai

Aparat cari mangsa

Kerja sampingan

 

Sebar tilangan

Mencari ganti

Angpao yang disebar

 

LYS 08092011

 

 

TUAN RUMAH KOSONG

 

Seorang lelaki sombong

Duduk bengong

Di sebuah rumah kosong

 

Dia memerintah

Sebuah kerajaan entah

Yang telah punah

 

Duhai, tuan hamba

Jangan jadi gila

Bicara meracau dimana-mana

 

Tuan yang sombong

Lupa sama gigi yang mulai ompong

Kanan kiri dipingpong

 

LYS 30102011

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


one + = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Archives

Jaringan