DENDAM Baru siang tadi, kami dua belas bersaudara disusun dalam kotak kardus berganjal bersama telur lainnya. Masih terdengar kotek indukku yang marah saat tukang telur membawa kami ke pasar, dan beralih kepada penjual martabak Saat petang mendatang, terjadilah pembantaian. Satu persatu dari kami diambil, tubuh kami dipecah dan dicurahkan ke dalam panci. Tukang martabak itu tersenyum saat mengaduk kami dengan …Read more »
