Jendela Cerita Mini Heru Emka : BIDADARI ITU MENDARAT DI TAMAN KOTA……

Oleh: Heru Emka

 

BIDADARI ITU MENDARAT DI TAMAN KOTA……

     - bagi Ruth Mey Nila……

 

Bidadari itu mendarat di taman kota, tengah malam purnama. Seorang  gelandangan muda tergolek berlumuran darah. Dia gagal  menyelamatkan seorang pelacur yang diperkosa….

 

“ Sungguh tampan dia dan mulia hatinya,” bisik bidadari sambil mengelus perut si  gelandangan yang terbuka. Sentuhan tangan dari sorga membuat lukanya menutup perlahan. Pulih seperti semula. Dan wajah si gelandangan muda jadi semakin bercahaya…

 

Telah lama bidadari itu meninggalkan sorga,mengembara di dunia, mencari cinta  kasih sejati di antara manusia. Di sinilah dia  terpana dan jatuh cinta.

 

Bidadari itu pun menanggalkan sayapnya, memutuskan diri untuk menjadi                 manusia. Dia kemudian berbaring perlahan di samping si gelandangan muda. Sebagai kekasihnya.

 

 

            – lewat tengah malam, 9 november 2010 –

 

 

            Menulis cerita mini seratus kata adalah rekreasi kreatifitas yang sudah kelakukan setahun silam. Awalnya adalah keasyikan dan kegairahan saat menulis haiku bersama teman-teman angota komunitas haiku Danau Angsa, yang saya bentuk dan berkembang di dunia maya. Haiku adalah sajak pendek yang terikat dalam bentuk yang 3 baris, dalam isi yang 17 suku kata, dalam struktur yang pembagian suku katanya 5,7,5 dan di indonesia saya kembangkan menjadi  5,5,7 atau 7,5,5 sebagai variasi.

 

            Bila puisi klasik seperti haiku mampu berkisah dalam bentuknya yang minimalis itu, alangkah menariknya bila dalam menulis prosa, kita juga bisa menemukan tantangan seperti itu ? Maka saya pun menggagas cerita mini seratus kata,yang mengikat setiap cerita yang saya tulus dalam ukuran yang ( harus ) seratus kata. Tak lebih dan tak kurang dari seratus kata. Ternyata saya tak menemukan kesulitan saat saya menuliskannya. Saya malah menemukan kebebasan yang lebih besar daripada menulis haiku, karena dengan bentuk cerita pendek yang jumlah katanya lebih banyak dari haiku yang hanya 17 suku kata, maka saya seperti memiliki sayap yang membuat saya bisa terbang ke mana pun, dalam kembara dalam semesta imajinasi. Saya malah menemukan keasyikan baru : yakni menghitung dan memangkas kata andai cerita saya jumlahnya lebih dari seratus kata dan menyuntingnya dengan kalimat yang lebih irit namun efektif, sehingga memenuhi ikatan seratus kata.

 

            Belum lagi soal tema dn obyek cerita, dengan cerita mini seratus kata, saya bisa menjelajah genre dan sub-genre apa saja, aku mencoba menulis tema misteri,psychological thriller, tema horror dan fiksi Kriminal, atau gaya hibrida yang menuliskan mitologi dalam konteks narasi masa kini. Seperrti cerita miniku ini ; Bidadari Itu  Mendarat di Taman Kota. Dalam Jurnal Short Fiction in Theory & Practice, cerita seperti ini disebut sebagai Non- Realistic Story, namun aku menuliskannya dalam gaya penceritaan yang realistis.

 

            Inilah penjelasan tentang asal mula Cerita Mini Seratus Kata dan kenapa saya berminat menuliskannya. Kini saya telah menulis lebih dari seratus cerita mini seratus kata, dan siap untuk membukukannya. Namun saya tak ingin menikmati keasyikan ini sendirian. Saya mengajak teman-teman ikut mencoba menuliskannya. Dan ternyata banyak yang dengan riang telah ikut menulisnya. Bagaimana menurut anda ? Apakah tertarik juga untuk ikut mencoba menulisnya ?

 

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ seven = 8

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Archives

Jaringan