SENI YANG IKHLAS

Oleh: Heru Emka

 

Aktifitas berkesenian, terutama dalam bidang visual art, sering berkaitan dengan karya master piece, selebritas, kebanggan dan ego yang melambung tinggi ( karena merasa naik kelas dan karyanya dikoleksi oleh kalangan atas), dan sebagainya, dan sebagainya. Namun ada juga seniman yang karyanya mengalir dalam konsep yang sederhana dan merakyat. Di Indonesia, saya menemukan hal ini pada karya gambar kurung almarhum Masmundari atau lukisan kaca pak Sastrogambar.

 

Baik pak Sastrogambar atau pun bu Musmandari, keduanya tak keberatan bila karyanya dianggap bukan sebagai benda seni, dan menjadi bagian dari benda fungsional sehari-hari. Gambar kurung, misalnya, dianggap sebagai lampion yang di pasang di depan rumah-rumah di pedesaan pada masa Lebaran. Sedangkan lukisan kaca pak Sastrogambardipakai sebagai penghias ruangan. Ruangan apa saja. Dari tuang tamu di perumahan di kampung-kampung, kios tukang cukur, hingga warung-warung yang ada di pinggiran jalan di kota-kota kecil di Jawa Tengah.

 

Apakah semangat berkesenian yang ikhlas meleburkan diri dengan semangat dan aktifitas rakyat sehari-hari ini masih ditemui di jaman ini ? Di manca negara semamngat ini masih ada masih ada pada kelompok seni Ghostpatrol yang berbasis di Melbourne.  Merekas mengaplikasikanj karya seni ilustrasi mereka pada peralatan sederhana, seperti pensil, setip (eraser ), dan sewbagainya. Pensil ilustrasi seperti ini, misalnya, ada sekitar 40 set yang dihiasi karya mereka….

 

Bookmark and Share

2 thoughts on “SENI YANG IKHLAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


three × 6 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Archives

Jaringan