Tag Archives: heru emka

PUISI MBELING : DULU, KINI DAN NANTI

          Oleh : Heru Emka   Soal hal ihwal puisi mbeling, Remy Sylado sudah menjelaskan dalam kata pengantarnya untuk  buku antologi ini. Berikutnya saya mencoba menjelaskan kenapa antologi puisi mbeling ini harus ada dan mengisi khasanah sastra kita. Di masa remaja saya dulu, di awal tahun ’70-an, puisi mbeling yang dicetuskan oleh Remy Sylado di majalah Aktuil ( …Read more »

PUISI MBELING : DULU, KINI DAN NANTI ( Bagian 2 )

Esai: Heru Emka   Tak heran bila kemudian puisi mbeling yang digemakan oleh Remy Sylado di majalah Aktuil menggelorakan eforia penulisan puisi alternatif, yang kemudian menyebar ke berbagai media massa lainnya , tak saja yang berada di Jakarta, namun juga media massa di daerah ikut-ikutan membuka rubrik puisi mbeling  atau yang sejenisnya, untuk menampung hasrat pembaca muda yang begitu meluap …Read more »

Jendela Puisi Mbeling Heru Emka : LOGIKA MBELING ANAK-ANAK KITA

LOGIKA MBELING ANAK-ANAK KITA Di saat banyak orang menulis puisi dan berhasrat disebut sebagai penyair, pak Nug ( panggilan pak Nugroho Suksmanto ) justru berkata; “ Saya bukan penyair. Saya hanya  senang menulis puisi di waktu senggang.” Padahal kemampuannya membabar narasi dan gaya memadukannya dengan imajinasi, cukup mengesankan. Dua buku kumpulan cerita pendeknya ( Petualangan Celana Dalam dan Impian Perawan, …Read more »

Jendela Cerita Mini Heru Emka : CERMIN DOSA

Esai: Heru Emka   CERMIN DOSA Cerita Mini 100 Kata Kepompong Pijar.   Heru, seorang guru spesialisasi cermin thriller. Di hadapannya terpaku Siti, muridnya, dimintanya Siti membacakan cermin dosanya. Siti mulai membacakan paragraf pertama cermin dosa, penuh senyum Heru menampung tetesan darah yang mengucur dari sela jemari Siti.   Pada paragraf kedua, “sakit guru, ku tak mampu..,” ada darah dari pori-pori hati …Read more »

Jendela Cerita Mini Heru Emka : RATNA DEWI BARRIE

Esai: Heru Emka   KASUS GAKIN NO. 2 Cermin 100 Kata RATNA DEWI BARRIE Dokter Wina diiringi suster ruangan memasuki bangsal Gakin. Satu persatu pasien diperiksa dengan teliti, bahkan Dokter Wina sempat melirik ke meja di samping pasien….’Menunya nasi dengan semur daging…, lumayan untuk ukuran pasien Gakin’. ” Masih ada keluhankah bayi ibu yang dirawat ini ?”. ” Udah gak …Read more »

banner banner banner banner banner banner banner banner banner

Archives

Jaringan