Sajak: Nanang Suryadi para petualang mencari rumahnya yang hilang, alamat tak tercatat pada peta terlipat. katakan padaku dimana rumahku sesungguhnya? nyalang mata petualang, setajam paruh elang, menusuk ke dalam dadamu. mencari rumah dirinya yang hilang “petakan nasibku!” ujar petualang menatap langit berbintang-bintang, hingga matanya berhamburan kunang-kunang, mungkin kenang siapa memintal sunyi menjadi helai-helai bayang, siapa memintal kenang menjadi selimut mimpi, …Read more »
